Pages

Thursday, July 3, 2014

fadillah subhanallah wabihamdihi

ععن أَبَا هُرَيْرَةَرضى الله عنه  ، يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ : سُبْحَانَ اللَّهِ ، وبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Dari abu hurairah r.a ia berkata : Rosulullah SAW bersabda : dua kalimat ringan di lidah, berat pada timbangan amal,dicintai oleh Arrahman(Allah SWT) subhanalallah wabihamdihi subhanallahil azim

أخرج الإمام ‏البخاري في صحيحه من حديث أبي هريرة ‏رضي الله عنه ‏ ‏أن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال: "‏ ‏من قال سبحان الله وبحمده في يوم مائة مرة حطت خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر ".
 (  متفق عليه)


Imam bukhori meriwayatkan dalam sahihnya dari Abu Hurairoh r.a bahwasanya Rosulullah SAW bersabda : barang siapa membaca subhanallah wabihamdihi dalam sehari 100 x maka Allah akan menghilangkan kesalahannya meskipun bagai buih di lautan ( Muttafaqun alaih)

عن أبي هريرة , رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  ( من قال حين يصبح وحين يمسي : سبحان الله وبحمده مائة مرة , لم يأت أحد يوم القيامة بأفضل مما جاء به , إلا أحد قال مثل ما قال أو زاد) رواه مسلم .

Dari Abu hurairoh r.a berkata : Rosulullah SAW bersabda barang siapa yang membaca di pagi dan sore harinya subhanallah wabihamdihi 100 x tak ada pada hari kiamat yang dapat mengunggulinya kecuali orang yang membaca sepertinya atau menambahkannya( H.R muslim)

عن أبي ذر رضي الله عنه , قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( ألا أخبرك بأحب الكلام إلى الله )) ؟ قلت : يا رسول الله : أخبرني بأحب الكلام إلى الله . فقال : (( إن أحب الكلام إلى الله , سبحان الله وبحمده )) رواه مسلم

Dari Abu zar r.a . berkata: Rosulullah SAW bersabda : ketahuilah aku beritahukan kepadamu kalimat yang paling Allah sukai. Aku berkata : wahai Rosulullah beritahukan kepada saya kalimat yang paling Allah sukai. Maka nabi bersabda : sesungguhnya kalimat yang paling Allah sukai adalah subhanallah wabihamdih ( H.R muslim)







Tuesday, July 1, 2014

shalawat ibnu Abbas r.a

Shalawat ini di nisbatkan kepada sayyidina Abdullah bin Abbas r.a sepupu sekaligus sahabat baginda nabi SAW. Siapa yang berani bilang sahabat ahli bid’ah dengan membuat shalawat sendiri? Banyak dari sahabat yang membuat shalawat, qosidah pujian kepada baginda nabi SAW dan di zaman nabi masih hidup maupun di zaman nabi telah tiada. Nabi tak pernah bilang bid’ah, musyrik dan sebagainya bahkan nabi menyanjung mereka. Tetapi sekarang di zaman fitnah, orang gampang mengkafirkan dan membid’ahkan sebuah amalan.  Memang hal ini sudah di sampaikan oleh nabi SAW dalam hadist beliau bahwa di akhir zaman ada kelompok yang selalu berbicara qur’an hadist tetapi selalu menyesatkan kaum muslimin padahal tuduhan itu kembali kepada mereka. wallahu a.lam

Inilah shalawat beliau yang mulia :

اَللَّهُمَّ يَادَا ئِمَ الفَضْلِ عَلَى الْبَرِيَّةِ يَا بَا سِطَ الْيَدَيْنِ بِالْعَطِيَّةِ يَا صَاحِبَا الْمَوَاهِبِ الْسَّنِيَّةِ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْوَرَى سَجِيَّةً وَغْفِرْلَنَا يَاذَا الْعُلَى فِى هَذِهِ العشيه بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّ حِمِيْنَ 

Ya Allah, wahai  Dzat yang tetap (memberi) anugerah kepada manusia, wahai Dzat yang membentangkan ke-dua tanga pemberian. wahai Dzat yang punya pemberian-pemberian yang tinggi, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sebaik-baik manusia yang baik berbudi pekertinya, dan ampunilah (dosa-dosa) kami, wahai Dzat Yang Punya keluhuran derajat dengan rahmat-Mu, Ya Dzat Yang paling belas kasih kepada orang-orang yang berbelas kasih.

Ket : jika di baca siang hari maka di baca   العشيه jika di baca malam maka di ganti menjadi الليلة (lailah) Seperti yang kami terima dari yang mulia al habib mustofa bin Abdullah Alaydrus

kisah seorang ulama dan ketiga istrinya

Diceritakan ada seorang ulama baru saja tiba di negrinya selepas mengerjakan ibadah umrah. Kedatangan sang ulama disambut mesra oleh ketiga istrinya di bandara dan masing-masing dari ketiga istri tersebut menginginkan agar sang ulama terlebih dahulu yang mendatangi rumahnya. Mendengar permohonan ketiga istrinya, sang ulama berkata:” Baiklah, saya akan membuat saembara, siapa diantara kalian bertiga yang paling unggul dalam menyebutkan ayat al-Qur’an, maka dialah yang akan aku datangi rumahnya terlebih dahulu.”

Istri pertama, lantaran merasa istri yang lebih terdahulu ia membaca ayat:

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ . أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ  .

Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, mereka itulah yang didekatkan kepada Allah, berada dalam jannah kenikmatan (QS Al Waqi’ah; 10-11)

Istri kedua, karna posisi di tengah-tengah ia membaca ayat:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Artinya, ”Peliharalah segala shalat kalian, dan (peliharalah) shalat wustha (yang berada di tengah). Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (QS Al-Baqarah [2]: 238).

Istri terakhir tidak mau kalah, ia membaca:

وَلَلْأَخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُوْلَى
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).” (QS. Adh-Dhuha: 4)

وَالأَخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 17)


Sang ulama berkata saembara ini dimenangkan oleh istri ketiga. Istri pertama dan kedua bertanya kepada sang ulama:” Kenapa Istri ketiga yang menang, apa tolak ukurnya?. Sang ulama menjawab: “Kalau sudah urusan akherat, segala urusan dunia kalah tua.”

akidatul awam nadzam dan terjemah




عَقِيْدَةِ الْعَوَامِ
نَظْمُ الشَّيْخِ أَحْمَدَ الْمَرْزُوْقِيِّ اْلمَالِكِيِّ
( 1205- 1281 هـ)

أَبْـدَأُ بِـاسْمِ اللهِ وَالرَّحْـمَنِ * وَبِالرَّحِـيْـمِ دَائـِمِ اْلإِحْـسَانِ
Saya mulai dengan asmanya Allah;
yang Pengasih Sayang artinya bismillah.

فَالْحَـمْـدُ ِللهِ الْـقَدِيْمِ اْلأَوَّلِ * اَلآخِـرِ الْبَـاقـِيْ بِلاَ تَحَـوُّلِ
Maka segala puji miliknya Allah;
Yang Dulu, Awal, Akhir, Kekal tak b'rubah

ثُمَّ الـصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ سَـرْمَدَا * عَلَى الـنَّـبِيِّ خَيْرِ مَنْ قَدْ وَحَّدَا
Salawat dan salam kekal selamanya;
Atas Nabi, orang terbaik tauhidnya

وَآلِهِ وَصَـحْبِهِ وَمَـنْ تَـبِـعْ * سَـبِيْلَ دِيْنِ الْحَقِّ غَيْرَ مُـبْـتَدِعْ
Keluarga dan sahabat dan yang ikut;
Jalan agamanya yang haq dan yang patut

وَبَعْدُ فَاعْلَمْ بِوُجُوْبِ الْمَعْرِفَـهْ * مِنْ وَاجِـبٍ ِللهِ عِشْـرِيْنَ صِفَهْ
Kemudian ketahui dengan wajib;
Sifat duapuluhnya Allah yang wajib

فَاللهُ مَوْجُـوْدٌ قَـدِيْمٌ بَاقِـي   * مُخَالـِفٌ لِلْـخَـلْقِ بِاْلإِطْلاَقِ
Allah wujud, qidam dulu, baqa' kekal;
Tak serupa dengan makhluk yang tak kekal.

وَقَـائِمٌ غَـنِيْ وَوَاحِـدٌ وَحَيّ * قَـادِرْ مُـرِيْـدٌ عَـالِمٌ بِكُلِّ شَيْ
Dan dzat yang Maha Berdiri pada Dzatnya;
Yang Esa dan Berkehendak dan Kuasa.
Maha Melihat segala sesuatu;
Maha Hidup tanpa dibatasi waktu.

سَـمِـيْعٌ اْلبَصِـيْرُ وَالْمُتَكَلِّـمُ * لَهُ صِـفَاتٌ سَـبْعَـةٌ تَـنْـتَظِمُ
Maha Mendengar, Melihat, dan Berfirman;
Bagi-Nya tujuh sifat yang terpaparkan

فَقُـدْرَةٌ إِرَادَةٌ سـَمْـعٌ بـَصَرْ * حَـيَـاةٌ الْعِلْـمُ كَلاَمٌ اسْـتَمَرْ
Qudrat Kuasa, Irodah Berkehendak;
Bashar M'lihat, dan Mendengar atau Sama'
Hayat Hidup, Ilmu Allah tak terhingga;
Kalam Allah Berfirmannya telah nyata

وَجَائـِزٌ بِـفَـضْـلِهِ وَ عَدْلِهِ * تَـرْكٌ لـِكُلِّ مُمْـكِـنٍ كَفِعْلِهِ
Berkat keagungan Allah dan adil-Nya;
Jaiz kerjakan atau meninggalkannya.

أَرْسَـلَ أَنْبِيَا ذَوِي فَـطَـانَـهْ * بِالصِّـدْقِ وَالتَـبْلِـيْغِ وَاْلأَمَانَهْ
Allah utus para nabi dengan cerdas;
Jujur, tabligh, amanah mereka jelas.

وَجَـائِزٌ فِي حَـقِّهِمْ مِنْ عَرَضِ * بِغَيْـرِ نَقْصٍ كَخَـفِيْفِ الْمَرَضِ
Jaiz Rasul punya sifat manusia;
Seperti sakit yang tidak seberapa
.
عِصْـمَـتُهُمْ كَسَائِرِ الْمَلاَئِكَهْ * وَاجِـبَـةٌ وَفَاضَلُوا الْمَـلاَئِكَهْ
Rasul dijaga seperti malaikat;
Bahkan melebihi para malaikat.

وَالْمُسْـتَحِيْلُ ضِدُّ كُلِّ وَاجِبِ * فَاحْفَظْ لِخَمْسِـيْنَ بِحُكْمٍ وَاجِبِ
Sifat mustahil lawan sifat yang wajib;
Hapalkanlah lima puluh  s'cara wajib.

تَفْصِيْلُ خَمْسَةٍ وَعِشْـرِيْنَ لَزِمْ * كُـلَّ مُـكَلَّـفٍ فَحَقِّقْ وَاغْـتَنِمْ
Wajib tahu nama Rasul dua lima;
Yakini dan ambillah keuntungannya.

هُمْ آدَمٌ اِدْرِيْسُ نُوْحٌ هُـوْدُ مَعْ *  صَالِـحْ وَإِبْرَاهِـيْـمُ كُلٌّ مُـتَّبَعْ
Nabi Adam, Idris, Nuh, Soleh serta Hud;
Selanjutnya Nabi Ibrahim berikut.

لُوْطٌ وَاِسْـمَاعِيْلُ اِسْحَاقُ كَذَا * يَعْقُوبُ يُوسُـفُ وَأَيُّوْبُ احْتَذَى
Nabi Luth, Ismail, Ishaq serta Ya'qub;
Nabi Yusuf selanjutnya Nabi Ayyub.

شُعَيْبُ هَارُوْنُ وَمُوْسَى وَالْيَسَعْ  * ذُو الْكِـفْلِ دَاوُدُ سُلَيْمَانُ اتَّـبَعْ
Nabi Syuaib, Harun, Musa, dan Alyasa';
Dzulkifli, Dawud, dan Sulaiman yang bijak.

إلْيَـاسُ يُوْنُسْ زَكَرِيـَّا يَحْيَى * عِيْسَـى وَطَـهَ خَاتِمٌ دَعْ غَـيَّا
Ilyas, Yunus, Zakariya, serta Yahya;
Isa, dan Muhammad penutup semua.

عَلَـيْهِمُ الصَّـلاَةُ وَالسَّـلاَمُ * وَآلِـهِمْ مـَا دَامَـتِ اْلأَيـَّـامُ
Bagi mereka salam dan sejahtera;
Dan k'luarganya untuk sepanjang masa.

وَالْمَـلَكُ الَّـذِيْ بِلاَ أَبٍ وَأُمْ * لاَ أَكْلَ لاَ شُـرْبَ وَلاَ نَوْمَ لَـهُمْ
Malaikat tanpa bapak tanpa ibu;
Tidak makan, minum, tidur sepertiku.

تَفْـصِـيْلُ عَشْرٍ مِنْهُمُ جِبْرِيْلُ * مِـيْـكَـالُ اِسْـرَافِيْلُ عِزْرَائِيْلُ
Jumlahnya sepuluh dimulai Jibril;
Lalu Mikail, Israfil, dan Izrail.

مُنْـكَرْ نَكِـيْرٌ وَرَقِيْبٌ وَكَذَا * عَتِـيْدٌ مَالِكٌ ورِضْوَانُ احْتَـذَى
Munkar, Nakir, dan Raqib disusul pula;
Atid, Malik, serta Ridwan berikutnya.

أَرْبَـعَـةٌ مِنْ كُتُبٍ تَـفْصِيْلُهَا * تَوْارَةُ مُوْسَى بِالْهُدَى تَـنْـزِيْلُهَا
Empat kitab ini dia rinciannya;
Taurat Musa yang berisi petunjuk-Nya.

زَبُـوْرُ دَاوُدَ وَاِنْجِـيْـلُ عَلَى  * عِيْـسَى وَفُـرْقَانُ عَلَى خَيْرِ الْمَلاَ
Zabur Dawud, lalu Injil bagi Isa;
Kitab Quran ‘tuk sebaik manusia.

وَصُحُـفُ الْخَـلِيْلِ وَالْكَلِيْمِ * فِيْهَـا كَلاَمُ الْـحَـكَمِ الْعَلِـيْمِ
Ada shuhuf Nabi Ibrahim dan Musa;
Merupakan firman Allah bijaksana.

وَكُـلُّ مَا أَتَى بِهِ الـرَّسُـوْلُ * فَحَـقُّـهُ التَّسْـلِـيْمُ وَالْقَبُوْلُ
Dan semua yang dibawa oleh Rasul;
Harus diyakini benar dan diqabul.

إِيْـمَـانُنَا بِـيَوْمِ آخِرٍ وَجَبْ * وَكُلِّ مَـا كَانَ بِـهِ مِنَ الْعَجَبْ
Kita harus iman pada hari akhir;
Mentakjubkan sesuatu jangan mungkir.

خَاتِمَةٌ فِي ذِكْرِ بَاقِي الْوَاجِبِ * مِمَّـا عَـلَى مُكَلَّفٍ مِنْ وَاجِبِ
Akhir penuturan lainnya yang wajib;
Bagi orang mukallaf termasuk wajib.

نَبِـيُّـنَا مُحَمَّدٌ قَدْ أُرْسِــلاَ * لِلْـعَالَمِـيْـنَ رَحْـمَةً وَفُضِّلاَ
Nabi Muhammad t'lah diutus ke dunya;
Pembawa rahmat alam dan seisinya.

أَبـُوْهُ عَبْدُ اللهِ عَبْدُ الْمُطَّلِـبْ * وَهَاشِـمٌ عَبْدُ مَنَافٍ يَنْتَسِـبْ
Abdullah bin Abdul Muthallib ayahnya;
Bani Hasyim, Abdu Manaf silsilahnya.

وَأُمُّـهُ آمِـنَةُ الـزُّهْــرِيـَّهْ * أَرْضَـعَتْهُ حَلِيْمَـةُ السَّـعْدِيـَّهْ
Aminah Zuhriyah adalah ibunya;
Halimah Sakdiyah itu penyusunya.

مَوْلـِدُهُ بِمَـكَّـةَ اْلأَمِيْــنَهْ * وَفَاتُـهُ بِـطَـيْـبَةَ الْـمَدِيْنَهْ
Dilahirkan di kota Makkah sentosa;
Di Madinah adalah tempat wafatnya.

أَتَـمَّ قَـبْـلَ الْـوَحْيِ أَرْبَعِيْنَا * وَعُـمْـرُهُ قَدْ جَاوَزَ السِّـتِّيْنَا
T'rima wahyu umur empat puluh tahun;
Umur Nabi lebih enam puluh tahun.
وَسَـبْـعَةٌ أَوْلاَدُهُ فَمِـنْـهُمُ * ثَلاثَـةٌ مِـنَ الذُّكـُوْرِ تُـفْهَمُ
Putra Nabi semuanya ada tujuh;
Tiga lelaki harus dipaham penuh.

قَاسِـمْ وَعَبْدُ اللهِ وَهْوَ الطَّيِّبُ * وَطَاهِـرٌ بِذَيْـنِ ذَا يُـلَـقَّبُ
Pertama Qasim, dan kedua Abdullah;
Thayib dan Thahir panggilan ‘tuk Abdullah.

أَتَاهُ إبْرَاهِـيْـمُ مِنْ سُـرِّيـَّهْ * فَأُمُّـهُ مَارِيَّةُ الْـقِـبْـطِـيَّـهْ
Ketiga Ibrahim dari istri Amah;
ibunya bernama Maria Qibtiyah.

وَغَيْـرُ إِبْرَاهِيْمَ مِنْ خَـدِيْجَهْ * هُمْ سِتَـةٌ فَخُـذْ بِهِمْ وَلِـيْجَهْ
Ibu s'lain Ibrahim itu Khadijah;
Jumlah enam jadikan karib yang indah.

وَأَرْبَعٌ مِـنَ اْلإِنَاثِ تُـذْكَـرُ * رِضْـوَانُ رَبِّي لِلْجَمِـيْعِ يُذْكَرُ
Putri Nabi semuanya ada empat;
Kerelaan Tuhan tetaplah didapat.

فَاطِـمَـةُ الزَّهْرَاءُ بَعْلُهَا عَلِيْ * وَابْنَاهُمَا السِّـبْطَانِ فَضْلُهُمُ جَلِيْ
Pertama Fatimah isterinya Ali;
Dengan Hasan Husein kebagusan pasti.

فَزَيْـنَبٌ وَبَعْـدَهَـا رُقَـيَّهْ * وَأُمُّ كُـلْـثُـومٍ زَكَـتْ رَضِيَّهْ
Kedua Zainab, Ruqayyah ketiga;
Keempat Ummu Kultsum suci diridla.

عَنْ تِسْعِ نِسْوَةٍ وَفَاةُ الْمُصْطَفَى * خُيِّـرْنَ فَاخْتَرْنَ النَّـبِيَّ الْمُقْتَفَى
Nabi wafat para isteri memilih;
Menganut Nabi Muhammad yang terpilih.

عَائِشَـةٌ وَحَفْصَـةٌ وَسَـوْدَةُ * صَـفِيَّـةٌ مَـيْـمُـوْنَةٌ وَ رَمْلَةُ
Mereka Aisyah, Khafsah, dan Saudah;
Lalu Sofiyah, Maimunah, dan Romlah.
هِنْدٌ وَ زَيْـنَبٌ كَذَا جُوَيـْرِيَهْ * لِلْمُـؤْمِـنِيْنَ أُمَّـهَاتٌ مَرْضِـيَّهْ
Hindun dan Zainab serta Juwairiya;
Bagi mukmin m'reka ibu yang diridla.

حَمْـزَةُ عَمُّـهُ وعَـبَّاسٌ كَذَا * عَمَّـتُـهُ صَـفِيَّـةٌ ذَاتُ احْتِذَا
Hamzah dan Abbas adalah paman Nabi;
Sofiyah bibi Nabi yang mengikuti.

وَقَبْـلَ هِجْـرَةِ النَّـبِيِّ اْلإِسْرَا * مِـنْ مَـكَّةَ لَيْلاً لِقُدْسٍ يُدْرَى
Seb'lum hijrah Nabi isra' dari Makkah;
Malam hari ke Bayt Maqdis yang diberkah.

وَبَعْدَ إِسْـرَاءٍ عُرُوْجٌ لِلسَّـمَا * حَتَّى رَأَى النَّـبِيُّ رَبًّـا كَـلَّمَا
Nabi naik ke langit setelah isra';
M'lihat Tuhan berfirman secara nyata.

مِنْ غَيْرِكَيْفٍ وَانْحِصَارٍ وَافْـتَرَضْ * عَلَيْهِ خَمْسًا بَعْدَ خَمْسِيْنَ فَرَضْ
Tanpa bagaimana Nabi dapat p'rintah;
Salat lima waktu tak perlu dibantah.

وَبَـلَّـغَ اْلأُمَّـةَ بِاْلإِسْــرَاءِ * وَفَـرْضِ خَـمْـسَةٍ بِلاَ امْتِرَاءِ
Nabi c'rita tentang isra' agar tahu;
P'rintah salat lima waktu tanpa ragu.

قَدْ فَازَ صِـدِّيْقٌ بِتَصْـدِيْقٍ لَهُ * وَبِالْعُرُوْجِ الصِّـدْقُ وَافَى أَهْلَهُ
Abu Bakar b'runtung membenarkan Nabi;
Kebenaran mi'raj s'suai para ahli.

وَهَـذِهِ عَقِيْـدَةٌ مُخْـتَصَرَهْ * وَلِلْـعَـوَامِ سَـهْـلَةٌ مُيَسَّرَهْ
Penjelasan ini akidah yang ringkas;
Bagi awam gampang, mudah, serta jelas.

نَاظِمُ تِلْكَ أَحْـمَدُ الْمَرْزُوْقِيْ * مَنْ يَنْتَمِي لِلصَّـادِقِ الْمَصْدُوْقِ
Pengarangnya adalah Ahmad Marzuki;
Termasuk orang yang benar dan yang pasti.

وَ الْحَمْدُ ِللهِ وَصَـلَّى سَـلَّمَا * عَلَـى النَّبِيِّ خَيْرِ مَنْ قَدْ عَلَّـمَا
Puji bagi Allah yang memberi rahmat;
Pada Nabi yang mengajar orang s'lamat.

وَاْلآلِ وَالصَّـحْبِ وَكُلِّ مُرْشِدِ * وَكُلِّ مَـنْ بِخَيْرِ هَدْيٍ يَقْتَدِيْ
Keluarga, sahabat, dan orang baik;
Serta pengikut petunjuknya yang laik.

وَأَسْـأَلُ الْكَرِيْمَ إِخْلاَصَ الْعَمَلْ * ونَفْعَ كُلِّ مَنْ بِهَا قَدِ اشْـتَغَلْ
Kumohon Allah 'kan keikhlasan ini;
Dan manfaat bagi orang yang atensi.

أَبْيَاتُهَا ( مَيْـزٌ ) بِـعَدِّ الْجُمَلِ * تَارِيْخُهَا ( لِيْ حَيُّ غُرٍّ ) جُمَلِ
Lima tujuh jumlah semua baitnya;
Dua belas lima d'lapan selesainya.

سَـمَّيْـتُهَا عَـقِـيْدَةَ الْعَوَامِ * مِـنْ وَاجِبٍ فِي الدِّيْنِ بِالتَّمَامِ
Kunamakan ini Aqidatul Awam;

Sempurna agama s'bagai kewajiban.

sumber : www.infopesantren.web.id

Sunday, June 29, 2014

puasa sunnah(tathawu)


 
Ketahuilah bahwasanya puasa tathawwu’ atau puasa sunnah itu dituntut untuk dilakukan pada hari-hari yang diutamakan oleh Islam. Dan keutamaan hari-harinya itu ada yang dihubungkan dengan tahun ada dengan bulan dan ada pula dengan minggu.

Yang dihubungkan dengan tahun sesudah  puasa Ramadhan ialah berpuasa pada hari Arafah, Hari Asura dan sepuluh hari pertama pada bulan Zulhijjah. Rasulullah s.a.w sendiri dikatakan  banyak berpuasa pada bulan Sya’ban. Ada sebuah Hadis mengatakan bahawa:

“Sebaik-baik berpuasa sesudah Ramadhan ialah berpuasa pada bulan Muharram, “karena Muharram itu adalah permulaan tahun Islam dan memulakan bulan itu dengan kebajikan m dituntut dan diutamakankan agar keberkahannya berterusan.
Ada Hadis yang lain: Apabila telah masuk separuh bulan Sya’ban, maka tiadalah disunnatkan berpuasa lagi, sehingga masuk pada bulan Ramadhan. Sebab itulah disunnatkan agar tiada berpuasa sebelum bulan Ramadhan beberapa hari.

Tiada dibolehkan berpuasa karena menyambut bulan Ramadhan dua hari ataupun tiga hari sebelum ketibaannya, melainkan jika hari sebelum ketibaannya, melainkan jika hari itu menjadi hari kebiasaannya ia berpuasa sunat (hari senin dan Khamis dan sebagainya). Setengah para sahabat telah melarang berpuasa pada bulan Rejab sebulan penuh, supaya ia tidak menyamai puasa dalam Ramadhan pula.

Adapun puasa yang dilakukan dalam setiap bulan itu, ialah pada permulaan bulan, pertengahannya dan akhirnya. Di pertengahannya ialah hari-hari putih, iaitu pada hari 13, 14 dan 15.

Manakala puasa mingguan pula disunnatkan pada hari senin, Kamis dan Jumat. Pada hari-hari itu bukan saja disunnatkan puasa, malah disunnatkan memperbanyakkan khairat dan sedekah, agar bertambah-tambah pula pahalanya dengan keberkatan hari dan masanya.
 
Sekarang telah jelaslah kepada kita diutamakan puasa, maka untuk menyempurnakannya hendaklah setiap Muslim memahami pengertian puasa yang sebenarnya dan rahasianya dalam menjernihkan hati dan menjalankan kesusahan yang dilakukan semata-mata karena Allah Ta'ala .

(postingan ini saya copy dari terjemah ihya ulumudin bahasa melayu malaysia)