Pages

Showing posts with label kisah dan hikmah. Show all posts
Showing posts with label kisah dan hikmah. Show all posts

Thursday, September 25, 2014

Peristiwa-peristiwa agung pada tanggal 10 Muharram


Dalam surah Attaubah ada 4 bulan yang di mulyakan Allah SWT di antaranya bulan Muharam dalam bulan ini terdapat berbagai peristiwa agung yang menjadi Ibrah atau pelajaran bagi umat manusia diantaranya pada tanggal 10 Muharam di namakan sebagai hari Asyura yang berasal dari bilangan Arab ’Asyrah’ berarti sepuluh adalah hari pertama Allah SWT menciptakan alam semesta. Pada hari itu pula untuk pertama kalinya Allah menurunkan hujan. Pada 10 Muharram itu juga Allah menciptakan Arsy Lauhil Mahfudz dan malaikat Jibril.

Pada hari itu pula di catat peristiwa agung di terima taubatnya nabi Adam kepada Allah setelah memakan buah khuldi, pohon terlarang di Surga. Pada tanggal 10 Muharram juga Nabi Idris di angkat oleh Allah kelangit. Nabi Nuh di selamatkan Oleh Allah setelah bumi di tenggelamkan selama enam bulan. Dan Nabi Ibrahim di selamatkan Allah dari pembakaran Namrudz.

Pada tanggal ini juga Allah menurunkan kitab taurat kepada Nabi Musa. Tanggal yang sama ketika Nabi yusup di bebaskan dari penjara dan Nabi Ya’kub di kembalikan kembali penglihatannya, Nabi Ayub di sembuhkan dari penyakit kulitnya serta di keluarkannya nabi Yunus dari perut Ikan Paus selama 40 hari 40 malam.  

Hal yang penuh mukjizat itu juga menjadi saksi terbelahnya laut merah menjadi dua, menyelamatkan nabi Musa dan pengikutnya dari kejaran tentara fir’aun. Pada tanggal 10 Muharam itu juga kesalahan-kesalahan  Nabi Daud di hapuskan Allah, Nabi sulaiman di karuniai kerajaan yang besar dan Nabi Isa AS di angkat ke langit.

Pada tanggal 10 Muharam ini pula terjadi peristiwa duka yang menyayat hati umat Islam yaitu pembantaian sayyidina Husein bin Ali bin Abi Tholib, Cucu kesayangan Rosulullah SAW.  Tragedi ini terjadi ketika Imam Husein bersama rombongannya sedang dalam perjalanan menuju Kuffah untuk memenuhi panggilan rakyat Irak yang berjanji akan membai’atnya sebagai Khalifah menggantikan ayahandanya Ali bin Abi Tholib.

Semula banyak yang tidak setuju dengan kepergiannya, Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Umar menyarankan agar ia tetap di kota Madinah. Sahabat-sahabat Imam Husein itu masih trauma, karena penduduk kuffah pernah mengkhianati kesetiannya kepada Khalifah Ali bin Abi Tholib.
Keberangkatannya terdengar oleh khalifah Yazid bin Muawiyah. Ia segera memerintahkan pasukannya untuk menghadang rombongan Husein.

Maka berangkatlah 4.000 tentara yang di pimpin oleh ibnu ziyad mencegat rombongan sayyidina Husein yang hannya berjumlah puluhan orang dari kerabat dekat Rosulullah SAW, di sebuah tempat bernama Karbala. Pasukan Ibnu Ziyad melakukan pengepungan dan penyerangan.

Pertempuran yang tidak sebanding pun tak terelakan dan berakhir dengan di bantainya seluruh anggota rombongan  kecuali adik sayyidina Husein bernama Siti Zainab dan keponakannnya Ali Zainal Abidin putra bungsu dari Imam Husein. Yang di kemudian hari melahirkan banyak keturunan yang bersambung kepada beliau diantaranya : Assegaf, Assakran, Al Atas, Alhabsyi, Alidrus, Al Jufri, Al Hadad, Al Munawwar, Al Bahar, Baharun, Banahsan ,bin Syihab dan lain sebagainya bisa dilihat pada Silsilah keturunan Rosulullah dari Sayyidina Husein.

Berkaitan dengan itu ada kelompok yang memperingatinya dengan cara melukai diri, menyayat tubuh sambil berdarah dengan dalih mengenang sayyidina Husein padahal hal tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.

Rosul mengajarkan agar kita berpuasa sunnah pada tanggal 10 Muharram sabda beliau SAW:
Yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
"Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadlan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardlu." (HR. Muslim, no. 1982)

Diriwayatkan dalam Shahihain, dari Ibnu ‘Abbas, Ibnu Umar, dan Aisyah bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam telah berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya. Sementara Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu pernah menceritakan tentang puasa Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam,

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ
"Aku tidak penah melihat Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengabarkan tentang nilai keutamaannya dalam sabdanya,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
"Puasa hari 'Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu." (HR. Muslim no. 1975)

Disunnahkan pula untuk menambah puasa Asyura dengan puasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal Sembilan Muharram yang dikenal dengan hari Tasu’a. Tujuannya, untuk menyelisihi kebiasaan puasanya Yahudi dan Nashrani. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata,

“Ketika Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa padanya, mereka menyampaikan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.’ Lalu beliau shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sudah wafat.” (HR. Muslim, no. 1916)

alasan yang paling kuat disunnahkannya puasa hari Tasu’a adalah untuk menyelisihi ahli kitab. Sabda Nabi SAW tentang puasa ‘Asyura,
لَئِنْ عِشْتُ إلَى قَابِلٍ لاَصُومَنَّ التَّاسِعَ
Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim)

Ibnu Hajar rahimahullaah dalam komentar beliau terhadap hadits, “Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan”, Keinginan beliau untuk berpuasa pada hari kesembilan maknanya agar tidak membatasi pada hari itu saja. Tapi menggabungkannya dengan hari ke sepuluh, baik sebagai bentuk kehati-hatian ataupun untuk menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani.


Sunday, July 20, 2014

hanya karena televisi terhalang bermimpi nabi SAW



Cerita ini saya dengar dari yang mulia Al habib Abdurrahman Bilfaqih putra dari Al marhum Al Muhadist Al Musnid Prof.Dr. Al Habib Abdullah Bilfaqih pengasuh pesantren Darul Hadist Malang, saat acara maulid nabi di kediaman Habib Alwi bin Muhammad Al Atas pada tahun 2010.

Beliau mengatakan: "di Madinah Al Munawarah ada seorang yang setiap malam bermimpi nabi SAW dalam tidurnya, tapi sudah beberapa malam beliau tak jumpa nabi SAW. Hal ini membuat beliau risau, ada apakah gerangan?

Lalu beliau menemui Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith seorang ulama Ahlussunnah yang berada di Madinah yang telah melahirkan banyak ulama dari berbagai pelosok dunia. Semoga Allah selalu menjaga beliau. Beliau salah satu ulama Ahlussunah waljamaah yang masih bertahan di daerah yang dicintai Nabi SAW Madinah Almunawarah. Meskipun di bawah tekanan pihak penguasa Wahabi Saudi Arabia.

Memang setelah jatuhnya Hijaz ketangan kekuasan Wahabi dan berubah menjadi Saudi Arabia pada sekitar abad ke 19 menjadikan ulama-ulama ahlussunah waljamaah semakin terpojokan. Bahkan tradisi keilmuan di Masjidil Haram dari beberapa Mazhab pun tak ada lagi. Mufti dari Syafiiah, Hanabilah, Hanafiah dan Malikiah pun mereka tiadakan.

Setelah menemui habib zein dan menceritakan keadaan yang di alaminya, habib zein malah berkata: kau sendiri yang tahu jawabannya. maka setelah merenung dan berfikir akhirnya ulama ini tahu jawabannya : pada suatu waktu ia melewati jalan di perkampungan, tak sengaja beliau melihat Televisi yang sedaang di nyalakan. Inilah penyebabnya hanya dari ketidak sengajaan melihat sesuatu yang kurang baik menjadikan diri beliau terhalang beberapa hari dari bermimpi Nabi SAW. lalu setelah beliau bertaubat dari hal tersebut beliau kembali mimpi berjumpa Nabi SAW.

Semoga saya dan pembaca artikel ini semua di karunia mimpi bertemu dengan kekasih Allah SWT sayyiduna Muhammad SAW. meskipun tiap hari diri ini berbuat maksiat. Mata, telinga, hati tak terhindar dari perbuatan yang buruk. Bijahinnabi SAW. Amiin.

Monday, July 7, 2014

kisah Ali r.a melewati kuburan

Kumail r.a bercerita : pada suatu hari, aku berjalan bersama Ali r.a hingga tiba di sebuah hutan. lalu Ali.r.a mendekati sebuah kuburan sambil berkata : wahai penghuni kubur! wahai penghuni tempat sunyi! wahai yang berbau busuk!wahai yang penuh ketakutan!. Bagaimanakah kabarmu? kemudian iapun  berkata " adapun kabar kami disini, hartamu sudah dibagi-bagikan, anak-anakmu telah menjadi yatim,dan isteri-isterimu telah menikah lagi inilah berita kami, ceritakanlah sedikit tentang kalian." seraya menoleh kepadaku, ia berkata: wahai kumail, seandainya mereka boleh dapat berbicara, maka mereka akan berkata bahwa sebaik-baik bekal adalah takwa . setelah berkata demikian ia(Ali r.a) menangis " Wahai kumail kubur adalah tempat menyimpan amal dan kita akan mengetahuinya setelah maut menjemput kita." ( Muntakhab, kanzul umal)

Tuesday, July 1, 2014

kisah seorang ulama dan ketiga istrinya

Diceritakan ada seorang ulama baru saja tiba di negrinya selepas mengerjakan ibadah umrah. Kedatangan sang ulama disambut mesra oleh ketiga istrinya di bandara dan masing-masing dari ketiga istri tersebut menginginkan agar sang ulama terlebih dahulu yang mendatangi rumahnya. Mendengar permohonan ketiga istrinya, sang ulama berkata:” Baiklah, saya akan membuat saembara, siapa diantara kalian bertiga yang paling unggul dalam menyebutkan ayat al-Qur’an, maka dialah yang akan aku datangi rumahnya terlebih dahulu.”

Istri pertama, lantaran merasa istri yang lebih terdahulu ia membaca ayat:

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ . أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ  .

Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, mereka itulah yang didekatkan kepada Allah, berada dalam jannah kenikmatan (QS Al Waqi’ah; 10-11)

Istri kedua, karna posisi di tengah-tengah ia membaca ayat:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Artinya, ”Peliharalah segala shalat kalian, dan (peliharalah) shalat wustha (yang berada di tengah). Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (QS Al-Baqarah [2]: 238).

Istri terakhir tidak mau kalah, ia membaca:

وَلَلْأَخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُوْلَى
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).” (QS. Adh-Dhuha: 4)

وَالأَخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 17)


Sang ulama berkata saembara ini dimenangkan oleh istri ketiga. Istri pertama dan kedua bertanya kepada sang ulama:” Kenapa Istri ketiga yang menang, apa tolak ukurnya?. Sang ulama menjawab: “Kalau sudah urusan akherat, segala urusan dunia kalah tua.”

Sunday, June 29, 2014

Tingkatan puasa


 
Ketahuilah bahawa puasa itu ada tiga darjatnya.

1.  Puasa umum: iaitu berpuasa dengan menahan perut dan faraj (kemaluan) dari mengecap kesyahwatannya, seperti yang telah berlalu huraiannya.
2.   Puasa khusus: iaitu puasa disertakan dengan mengekang pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, kaki dan seluruh anggota dari melakukann perkara-perkara yang haram atau dosa.

3.  Puasa khususul–khusus: iaitu berpuasa dengan menyertakan semua yang tersebut di atas tadi dan menambah lagi dengan berpuasanya hati dari segala cita-cita yang kotor dan pemikiran-pemikiran keduniaan dan mengosongkan perhatian dari selain Allah azzawajalla sama sekali.

(postingan ini saya copy dari terjemah ihya ulumudin bahasa melayu malaysia) 

Tuesday, June 24, 2014

10 kelebihan umat nabi Muhammad SAWmenurut nabi Adam A.S

  Disebutkan bahwa Nabi Adam A.S telah berkata, "Sesungguhnya Allah s.w.t. telah memberikan kepada umat Muhammad s.a.w. empat kemuliaan yang tidak diberikan kepadaku:

·1.Taubatku hanya diterima di kota Mekah, sementara taubat umat Nabi Muhammad s.a.w .diterima di tempat manapun oleh Allah s.w.t.
2. Pada mulanya aku berpakaian, tetapi apabila aku berbuat durhaka kepada Allah s.w.t. maka Allah s.w.t. telah menjadikan aku telanjang. Umat Muhammad s.a.w. beruat durhaka dengan telanjang, tetapi Allah s.w.t. memberi mereka pakaian. 
3. Ketika aku telah burderhaka kepada Allah s.w.t., maka Allah s.w.t. telah memisahkan aku dengan isteriku. Tetapi umat Muhammad s.a.w. berbuat durhaka, Allah s.w.t. tidak memisahkan isteri mereka.

4. Memang benar aku telah durhaka kepada Allah s.w.t. dalam syurga dan aku dikeluarkan dari syurga, tetapi umat Muhammad s.a.w. durhaka kepada Allah s.w.t. akan dimasukkan ke dalam syurga apabila mereka bertaubat kepada Allah s.w.t.

12 azab meninggalkan sholat

                        Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa Rasulullah s.a.w.  telah bersabda : "Barangsiapa yang mengabaikan solat secara berjemaah maka Allah s.w.t. akan mengenakan 12 tindakan yang bahaya ke atasnya.

 Tiga darinya akan dirasainya semasa di dunia ini antaranya :-
· Allah s.w.t. akan menghilangkan berkat dari usahanya dan begitu juga terhadap rezekinya.
· Allah s.w.t. mencabut nur orang-orang mukmin daripadanya.
· Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.

Tiga macam bahaya adalah ketika dia hendak mati, antaranya :
· Ruh dicabut ketika dia di dalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah meminum seluruh air laut.
· Dia akan merasa yang amat pedih ketika ruh dicabut keluar.
· Dia akan dirisaukan akan hilang imannya.

Tiga macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam kubur, antaranya
· Dia akan merasa susah terhadap pertanyaan malaikat mungkar dan nakir yang sangat menggerunkan.
· Kuburnya akan menjadi cukup gelap.
· Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).

Tiga lagi azab nanti di hari kiamat, antaranya :
· Hisab ke atasnya menjadi sangat berat.
· Allah s.w.t. sangat murka kepadanya.
· Allah s.w.t. akan menyiksanya dengan api neraka

10 orang yang sholatnya tidak diterima

Rasulullah s.a.w.  telah bersabda: "Siapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya."
Rasulullah s.a.w.  telah bersabda bahawa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah s.w.t., di antaranya :

1. Seorang lelaki  yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.
2. Seorang yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Seorang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Seorang lelaki yang melarikan diri dari medan perang.
5. Seorang lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat).
6. Seorang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Seorang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai Hijab.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Orang-orang yang suka makan riba'.
10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan           
     mungkar."

Sabda Rasulullah s.a.w.  : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah s.w.t. dan jauh dari Allah s.w.t.."  Hassan r.a berkata : "Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk."

satu permintaan Rasulullah SAW yang ditolak oleh Allah SWT

'Amir bin Said dari ayahnya berkata bahwa : "Satu waktu Rasulullah s.a.w. telah datang dari daerah berbukit. Ketika Rasulullah s.a.w. sampai di masjid Bani Mu'awiyah lalu beliau masuk ke dalam masjid dan menunaikan solat dua rakaat. Maka kami pun turut solat bersama dengan Rasulullah s.a.w. Kemudian Rasulullah s.a.w. berdoa dengan doa yang agak panjang kepada Allah s.w.t. Setelah selesai beliau berdoa maka Rasulullah s.a.w. pun berpaling kepada kami lalu bersabda yang bermaksud : "Aku telah bermohon kepada Allah s.w.t. tiga perkara, dalam tiga perkara itu cuma dia memperkenankan dua perkara sahaja dan satu lagi ditolak.

1. Aku telah bermohon kepada Allah s.w.t. supaya ia tidak membinasakan umatku dengan musim paceklik yang berkepanjangan. Permohonanku ini diperkenankan oleh Allah s.w.t.
2. Aku telah bermohon kepada Allah s.w.t. supaya umatku ini jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh a.s.). Permohonanku ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t.


3. Aku telah bermohon kepada Allah s.w.t. supaya umatku tidak dibinasakan kerana perpecahan sesama mereka (peperangan antara sesama Islam). Tetapi permohonanku tidak diperkenankan (telah ditolak).

benar apa yang kita lihat hari ini muslim dan muslim saling berpecah belah, saling berperang, satu sama lain saling mengkafirkan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin.Amiin

minuman keras sumber segala dosa

Dosa manakah yang paling besar?, minum minuman yang memabukkan, berzina atau membunuh. Itulah teka-teki sebagai inti khutbah Khalifah Ustman bin Affan r.a. seperti yang diriwayatkan oleh Az-Zuhriy, dalam khutbah Ustman itu mengingatkan umat agar berhati-hati terhadap minuman khamr atau arak. Sebab minuman yang memabukkan itu sebagai pangkal perbuatan keji dan sumber segala dosa.

               Dulu hidup seorang ahli ibadah yang selalu tekun beribadah ke masjid, lanjut khutbah Khalifah Ustman. Suatu hari lelaki yang soleh itu berkenalan dengan seorang wanita cantik. Kerana sudah terjatuh hati, lelaki itu menurut sahaja ketika disuruh memilih antara tiga permintaannya, tentang kemaksiatan. Pertama minum khamr, kedua berzina dan ketiga membunuh bayi. Mengira minum arak dosanya lebih kecil daripada dua pilihan lain yang diajukan wanita pujaan itu, lelaki soleh itu lalu memilih minum khamar tetapi apa yang terjadi, dengan minum arak yang memabukkan itu malah dia melanggar dua kejahatan yang lain. Dalam keadaan mabuk dan lupa diri, lelaki itu menzinai pelacur itu dan membunuh bayi di sisinya. Kerana itulah hindarilah khamar, kerana minuman itu sebagai biang keladi segala kejahatan dan perbuatan dosa. Ingatlah, iman dengan arak tidak mungkin bersatu dalam tubuh manusia. Salah satu di antaranya harus keluar. Orang yang mabuk mulutnya akan mengeluarkan kata-kata kufur, dan jika menjadi kebiasaan sampai akhir ayatnya, ia akan kekal di neraka."
sumber : kitab tanbihul ghafilin

azab meninggalkan shalat

   Seorang anak mendatangi Rasulullah s.a.w. sambil menangis. Peristiwa itu sangat mengharukan Rasulullah s.a.w.  yang sedang duduk bersama-sama sahabat yang lain. "Mengapa engkau menangis wahai anakku?" tanya Rasulullah s.a.w. "Ayahku telah meninggal tetapi tiada seorang pun yang datang melawat. Aku tidak mempunyai kain kafan, siapa yang akan memakamkan ayahku dan siapa pula yang akan memandikannya?" Tanya anak itu. Segeralah Rasulullah s.a.w.  memerintahkan Abu Bakar dan Umar untuk menjenguk jenazah itu. Betapa terperanjatnya Abu Bakar dan Umar, mayat itu berubah menjadi seekor babi hutan. Kedua sahabat itu lalu segera kembali melapor kepada Rasulullah s.a.w.

                        Maka datanglah sendiri Rasulullah s.a.w. ke rumah anak itu. Didoakan kepada Allah s.w.t.sehingga babi hutan itu kembali berubah menjadi jenazah manusia. Kemudian Rasulullah s.a.w. menyembahyangkannya dan meminta sahabat untuk memakamkannya. Betapa hairannya para sahabat, ketika jenazah itu akan dimakamkan berubah kembali menjadi babi hutan. Melihat kejadian itu, Rasulullah s.a.w. menanyakan anak itu apa yang dikerjakan oleh ayahnya selama hidupnya. "Ayahku tidak pernah mengerjakan solat selama hidupnya," jawab anak itu. Kemudian Rasulullah s.a.w.  bersabda kepada para sahabatnya, "Para sahabat, lihatlah sendiri. Begitulah akibatnya bila orang meninggalkan solat selama hidupnya. Ia akan menjadi babi hutan di hari kiamat."
sumber : kitab tanbihul ghafilin

10 pesan Allah kepada nabi Musa A.S

                        Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan daripada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda : "Allah s.w.t. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. yaitu :

1.Wahai Musa jangan menyekutukan aku dengan suatu apa pun bahawa aku telah memutuskan bahawa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin. 
2. Taatlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu nescaya Aku peliharamu dari  bahaya dan akan Akupanjangkan umurmu dan Aku hidupkan kamu dengan penghidupan yang baik. 
3.Jangan sekali-kali membunuh jiwa yang Aku haramkan kecuali dengan hak nescaya akan menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau dengan murka-Ku ke dalam api neraka. 
4.Jangan sekali-kali sumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku. 
5. Jangan hasad dengki dan irihati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, sebab penghasut itu musuh nikmat-Ku, menolak kehendak-Ku, membenci kepada pembahagian yang Akuberikan kepada hamba-hamba-Ku dan sesiapa yang tidak meninggalkan perbuatan tersebut, maka bukan daripada-Ku. 
6. Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akamu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka.
 7.Jangan mencuri dan jangan berzina dengan isteri tetanggamu sebab nescaya Aku tutup wajah-Kudaripadamu dan Aku tutup pintu-pintu langit daripadanya. 
8. Jangan menyembelih korban untuk selain dari-Ku sebab Aku tidak menerima korban kecuali yang disebut nama-Ku dan ikhlas untuk-Ku. 
9.Cintailah terhadap sesama manusia sebagaimana yang engkau suka terhadap dirimu sendiri. 
10. Jadikan hari Sabtu itu hari untuk beribadat kepada-Ku dan hiburlah anak keluargamu. 
           Kemudian Rasulullah s.a.w.  bersabda lagi : "Sesungguhnya Allah s.w.t. menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa a.s. dan Allah s.w.t. memilih hari Juma'at sebagai hari raya untukku." 


Sunday, June 15, 2014

Adab-adab belajar dan mengajar


Dalam mencari ilmu hendaklah kita mendahulukan adab dari pada ilmu baik adab terhadap ilmu maupun adap terhadap guru

Ulama berkata: Al adabu Fauqol Ilm(Adab itu di atas ilmu)

Di antara adab-adab belajar dan mengajar adalah

a.       Adab lahiriyah
1.       Memiliki wudhu
2.       Memakai wangi-wangian
3.       Duduk iftirosyi(duduk tahiyat awal)
4.       Duduk rapat-rapat)
b.      Adab Bathiniyah
1.       Ta’zhim wal ihtiram(mengagungkan dan memuliakan)
2.       Tashdiq wal yaqin(membenarkan dan meyakini)
3.       Ta’atsur fil qolbi(mengesankan dalam hati)

4.       Niyatul amal watabligh(berniat mengamalkan dan menyampaikan)